Dunia bisnis dan entrepreneurship, sangat erat kaitannya dengan solusi dan inovasi baik dari teori yang sering kita temui ataupun perkataan para ahli dibidang tersebut. Tapi, teknologi memberikan pendekatan berbeda yang merubah pola pikir lama tentang bisnis. Bisnis yang dulu adalah tentang jual dan beli, sekarang bergeser menjadi proses penemuan masalah dan pebisnis harus menemukan solusinya.
Tulisan kali ini adalah pemikiran kebalikan dari bisnis jual beli yang sering dibahas, ini tentang bagaimana mindset yang saya dapatkan dari diskusi orang-orang yang nyatanya berfokus kepada masalah yang berhasil membuat bisnisnya meroket tajam, bukan karena promosi, bukan karena teknologi ataupun variabel teknis lainnya. Tapi karena 1 variabel penting yaitu :
Dia menjawab sebuah masalah, masalah yang dialami banyak orang. Dan semua orang punya masalah yang sama.
Seorang founder, harus dilatih untuk punya kepekaan sosial yang tajam, pandai melihat sebuah masalah sosial, menganalisisnya, lalu berpikir apa solusi yang bisa diterapkan dalam masyarakat? tapi, ternyata itu saja tidaklah cukup. Saya mendapatkan sedikit kritik yang saya tuliskan disini, sebagai ilmu pengetahuan baru buat saya juga, apa itu?
Mulailah dengan cari sebuah masalah dimasyarakat, apakah masalah tersebut penting untuk mereka? setelah tahu bahwa masalah itu penting, lihatlah berapa banyak orang yang punya masalah yang sama? berapa juta orang? ini bukan tentang berapa ratus, berapa ribu, tapi kita bicara jutaan. Itu adalah analisis awal bisnis yang SOLID. Bukan berarti jika masalah tersebut masih dialami oleh ratusan orang tidak bisa jadi bisnis, tapi lebih kearah kita mau memproyeksikan masa depan bisnis ini sejauh apa? Sampai kapan bisnis ini dibutuhkan dan terus hidup?
Bisnis yang baik adalah yang terus dibutuhkan, ada atau tidaknya promosi. Artinya, memang dia diperlukan oleh orang lain dan mereka tidak masalah untuk membayar itu karena butuh. Apa itu contohnya?
Bisnis Bensin, ini analogi sederhana kenapa POM BENSIN adalah bisnis sustain. Karena dia dibutuhkan oleh banyak orang, siapa dia? ya pemilik motor, mobil dan akomodasi lainnya. Berapa banyak yang membutuhkan? Tentu saja jawabannya, dihitung saja dari banyaknya pemilik kendaraan bermotor dan mobil diseluruh indonesia. Artinya bisnis yang bisa terkalkulasi dengan baik.
Jika dianalisis dari masalah, apa masalah yang diatasi oleh pom bensin? tentunya jelas, memberikan pengisian bahan bakar untuk mobil, motor setiap hari.
Apalagi???
Bisnis Toll, analogi sederhanaya adalah berapa banyak orang yang butuh lewat toll? setiap hari ada banyak orang butuh lewat toll dan mereka harus bayar dan tidak keberatan untuk bayar, karena apa? menjanjikan waktu lebih cepat dari jalan biasa.
Nah, bisnis yang baik adalah yang memiliki pondasi PAIN & GAIN, sesuatu yang memang benar-benar dibutuhkan, sampai dimana orang membayar itupun tidak masalah, karena memang dia membutuhkan itu. Dan dia yakin, biaya yang dia keluarkan itu sesuai dengan hasilnya.
Jika dianalisis dari masalah, apa masalah yang diatasi oleh toll? memberikan jarak tempuh lebih cepat dari jalan biasa dengan biaya tambahan.
Kira-kira, bisnis kita bisa seperti itu apa tidak? Apa benefit yang bisa kita tawarkan kepada customer? dan apakah bisnis kita itu benar-benar dibutuhkan oleh mereka? sebutuh apa itu? sebanyak apa yang membutuhkan kita?
Tapi dari semua pertanyaan itu mengacu ada 1 hal, masalah apa yang ada disana? dari masalah itu mana yang bisa kita selesaikan dengan product/solusi kita yang mana itu dikonvesikan dalam bentuk BISNIS.
Salam, M. Nahrowi

Leave a reply